I. Gambaran Umum Kinerja Ekspor Bahan Baku EPS China pada Tahun 2025
Pada tahun 2025, industri ekspor polistirena yang dapat mengembang (EPS) Tiongkok mencapai terobosan bersejarah, dengan volume ekspor bulanan dan tahunan mencetak rekor baru. Kinerja luar biasa ini tidak hanya mencerminkan daya saing yang kuat dari industri EPS Tiongkok di pasar global, tetapi juga mengungkapkan perubahan mendalam dalam pola penawaran dan permintaan global industri polistirena yang dapat mengembang.

Musim Puncak Kuartal Keempat Berakhir dengan Hasil Luar Biasa; Ekspor Tahunan Polistirena yang Diperluas Melampaui 440.000 Ton
Kinerja ekspor EPS China pada Desember 2025 menjadi sorotan utama perdagangan sepanjang tahun. Statistik bea cukai menunjukkan bahwa volume ekspor bulanan mencapai 45.314,64 ton, meningkat tajam sebesar 86,91% dibandingkan tahun sebelumnya dan naik 7,11% dibandingkan bulan sebelumnya. Data ini tidak hanya memperbarui rekor tertinggi sebelumnya, tetapi juga membuat volume ekspor tahunan naik menjadi 447.844,07 ton, pertumbuhan tahunan sebesar 36,95%.

Sebaliknya, pasar impor menunjukkan tren yang moderat. Pada Desember 2025, impor polistirena yang dapat mengembang (EPS) China mencapai 754.175 ton, meningkat 6,42% dibandingkan tahun sebelumnya dan meningkat 21,63% dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, total impor tahunan pada tahun 2025 adalah 9.740.915 ton, menurun 4,85% dibandingkan tahun sebelumnya. Perbedaan yang jelas antara impor dan ekspor ini sepenuhnya mencerminkan kapasitas pasokan yang kuat dari industri EPS China dan daya saingnya yang meningkat di pasar global, sementara ketergantungan pasar domestik pada bahan baku EPS impor terus menurun.
Momentum ekspor yang kuat tidak hanya terkonsentrasi di akhir tahun. Sejak kuartal kedua, volume ekspor telah menunjukkan tren pertumbuhan dua kali lipat secara tahunan dan bulanan. Dari April hingga Juni, volume ekspor kumulatif mencapai 120.830 ton, meningkat 26% secara tahunan dan 40% secara bulanan. Pada tiga kuartal pertama, volume ekspor mempertahankan pertumbuhan yang stabil. Volume ekspor dari Januari hingga September mencapai sekitar 340.000 ton (diperkirakan dari data tahunan), dengan nilai ekspor 379 juta dolar AS, meningkat 15,86% secara tahunan. Analis industri menunjukkan bahwa tren pertumbuhan berkelanjutan ini merupakan hasil dari resonansi antara peningkatan permintaan luar negeri yang berkelanjutan dan operasi rantai industri domestik yang stabil.
Asia Tenggara Memimpin; Vietnam, Korea Selatan, dan Brasil Menduduki Peringkat Tiga Teratas
Asia Tenggara telah menjadi mesin utama yang mendorong pertumbuhan ekspor bahan baku EPS Tiongkok. Pada tahun 2025, volume ekspor ke pasar Asia Tenggara mencapai sekitar 120.000 ton, yang menyumbang lebih dari 26% dari total volume ekspor tahunan. Di antaranya, Vietnam merupakan pasar utama jalur perdagangan Dalian - Ho Chi Minh/Haiphong dan telah mempertahankan posisi terdepan sebagai tujuan ekspor EPS Tiongkok untuk waktu yang lama. Dari Januari hingga September, nilai ekspor ke Vietnam mencapai 54,52 juta dolar AS, jauh di atas negara dan wilayah lain.
Korea Selatan dan Brasil menempati peringkat kedua dan ketiga dalam daftar ekspor EPS Tiongkok. Dari Januari hingga September, nilai ekspor ke kedua negara ini masing-masing mencapai 31,36 juta dolar AS dan 29,89 juta dolar AS. Yang menarik, ekspor ke Korea Selatan menunjukkan tren peningkatan pangsa pada kuartal kedua. Volume ekspornya pada kuartal kedua mengalami peningkatan sebesar 3,82 poin persentase dibandingkan dengan kuartal pertama. Brasil, sebagai tujuan ekspor penting di Amerika Latin, mempertahankan permintaan yang stabil untuk EPS Tiongkok, dan pangsa ekspornya juga sedikit meningkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Selain tiga pasar utama, beberapa pasar berkembang juga mencapai pertumbuhan yang luar biasa. Volume ekspor ke Arab Saudi meningkat sebesar 47,9% year-on-year dalam tiga kuartal pertama. Hal ini terutama disebabkan oleh dimulainya secara intensif proyek penyulingan dan kimia serta infrastruktur yang didorong oleh Visi 2030 Arab Saudi, yang telah sangat meningkatkan permintaan EPS di bidang konstruksi dan pengemasan. Pada saat yang sama, kerja sama yang semakin erat antara Tiongkok dan Arab Saudi dalam kerangka Inisiatif Sabuk dan Jalan juga menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi kelancaran perdagangan EPS. Hingga akhir September 2025, EPS Tiongkok telah diekspor ke 106 negara dan wilayah, meningkat 5 kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024, menunjukkan pola ekspor yang semakin beragam.
Keunggulan Biaya dan Bonus Kebijakan; Menguraikan Faktor-Faktor Pendorong di Balik Ledakan Ekspor
Pertumbuhan pesat ekspor butiran EPS Tiongkok tidak dapat dipisahkan dari dua faktor pendorong, yaitu keunggulan biaya dan permintaan eksternal. Pada tahun 2025, harga stirena, bahan baku utama EPS di Tiongkok, tetap stabil dan rendah, sementara harga stirena di Eropa tetap tinggi, yang secara signifikan mendorong kenaikan biaya produksi EPS lokal. Kesenjangan biaya yang besar ini membuat produk EPS Tiongkok memiliki daya saing harga yang jelas di pasar internasional.
Selain itu, persediaan industri bahan baku EPS domestik berada pada level tertinggi dalam lima tahun terakhir pada tahun 2025. Untuk mempercepat perputaran modal, banyak perusahaan mengadopsi strategi pertukaran harga dengan kuantitas, yang selanjutnya menurunkan harga rata-rata ekspor secara keseluruhan. Data menunjukkan bahwa dari Januari hingga September, harga rata-rata ekspor EPS Tiongkok adalah 1,16 dolar AS per kilogram, penurunan 10,42% dibandingkan tahun sebelumnya. Keunggulan harga ini telah menjadi faktor kunci bagi produk-produk Tiongkok untuk memenangkan pesanan di pasar global, terutama di pasar negara berkembang yang sensitif terhadap harga.